russ the news

Russ The News is News Site for Information ,entertainmet,Politics,Economic all around the world

ads

Breaking News, Eks Menteri Penerangan Era Soeharto, Harmoko Meninggal Dunia

Russnews info-  Mantan Menteri Penerangan Era Presiden Soeharto, Harmoko meninggal dunia, Minggu (4/7).

Harmoko - Russnews info   


"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu four Juli jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah. Aamiin YRA," ujar Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena.


Kesehatan Harmoko diketahui sempat memburuk dua tahun silam. Dia sempat menjalani perawatan di RS Medistra karena infeksi paru pada 2018.


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


Harmoko menjabat sebagai Menteri Penerangan Orde Baru selama 14 tahun. Harmoko juga pernah menduduki kursi Ketua Umum Golkar. Selanjutnya, ia juga menjabat Ketua MPR/DPR di penghujung generation Soeharto.


Saat jadi Ketua MPR/DPR Harmoko juga yang meminta Soeharto mundur sebagai presiden di awal Mei 1998.


Semasa hidupnya Harmoko, selain sebagai politikus Golkar yang pernah menjadi menteri penerangan di technology Orde Baru--selama kurun waktu 1983-2007--ia juga pernah menjadi Ketua DPR.


Ia dikenal sebagai mantan wartawan yang kemudian berkarier politik di bawah naungan Golkar, lantas menjadi menteri penerangan selama tiga periode kabinet pembangunan di bawah komando Presiden Soeharto. Ia menjabat di kabinet pembangunan IV, V, hingga sebagian VI atau dari 1983 hingga 1997.


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


Sebagai wartawan, Harmoko menjalani karier tersebut selama 23 tahun sejak lulus SMA dan bekerja mula di harian Merdeka pada awal 1960an.


Selanjutnya, ia pindah di harian Angkatan Bersenjata pada 1964. Hanya berselang setahun, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur ini berpindah lagi di harian API yang dikenal sebagai media yang "Pancasilais" pada waktu itu.


   BACA JUGA : 

Update, Car insurance USA 2021


Pada saat yang sama, Harmoko juga menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko. Hingga akhirnya pada 1970, Harmoko bersama Jahja Surjawinata, Tahar S Abiyasa, dan Pansa Tampubolon menerbitkan surat kabar berbasis di Jakarta, Pos Kota.


Semasa menjabat sebagai Menteri Penerangan, Harmoko adalah pencetus gerakan Kelompencapir (Kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa) yang disiarkan televisi nasional, TVRI.

Selain itu, selama menjadi Menteri Penerangan Harmoko merupakan 'kepanjangan tangan' Presiden Soeharto melakukan pembredelan atas media-media masa dengan alasan demi menjaga stabilitas negara.


Beberapa di antara yang pernah kena 'tangan dingin' Harmoko adalah surat kabar Sinar Harapan, majalah Tempo, tabloid Detik, dan majalah Editor.


Karier politik Harmoko berakhir sebagai Ketua DPR/MPR yang mengangkat Soeharto sebagai presiden pada 1998 silam. Namun, Harmoko yang membisikkan agar Soeharto kembali maju jadi presiden pada 1998, dia pula yang meminta sang penguasa Orba itu untuk mundur pada Mei 1998.


Jusuf Wanandi dalam buku Menyibak Tabir Orde Baru, Memoar Politik Indonesia 1965-1998 menuliskan Harmoko dianggap sebagai salah satu pengkhianat oleh Soeharto di ujung kekuasaannya.


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


"Lebih dari itu, ia merasa dikhianati. Ia ditinggalkan oleh teman-teman dan mereka yang ia percaya selama ini. Itu melukai perasaannya," ucap Jusuf Wanandi dalam buku tersebut, "Para menteri itu munafik. Di antaranya Ketua DPR Harmoko."


No comments:

Post a Comment