Sering Terjebak Macet Dan Cuaca Ekstrem, Lindungi Mesin Kendaraan Dengan Pelumas Ini

Ilustrasi kepadatan lalu lintas.

KOMPAS.com – Kemacetan merupakan persoalan lalu lintas yang umum ditemui di Indonesia. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tidak berjalan seimbang dengan penambahan ruas jalan serta kesadaran masyarakat dalam berlalulintas.


Menurut data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, jumlah kendaraan bermotor melaju di DKI Jakarta saja mencapai 22.858.744 unit.


Jumlah tersebut didominasi oleh mobil penumpang yang jumlahnya mencapai 4.276.690 unit dan sepeda motor yang jumlahnya mencapai 16.949.334 unit.


Kemacetan juga tidak berkurang di masa pandemi Covid-19. Setelah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), kemacetan mulai terjadi di sejumlah area yang dekat pusat bisnis.


Kemacetan tidak hanya menguras energi pengendara, tetapi juga memberi tantangan bagi performa mesin kendaraan bermotor.


Mengutip dari Otomania.com (5/8/2020), pada kondisi macet kendaraan cenderung stasioner, tetapi mesin tetap menyala dan bekerja keras. Dengan begitu, suhu pada mesin berisiko meningkat dan komponennya cepat aus.


Saat mesin dalam keadaan panas, gesekan antarkomponen cenderung tinggi karena pelumas menjadi lebih cair. Peningkatan suhu mesin bisa menjadi lebih ekstrem ketika kemacetan terjadi di tengah cuaca panas terik seperti yang sering dialami pengendara di Indonesia.


Tantangan yang harus dihadapi terkait kemacetan, bertambah di masa adaptasi kebiasaan baru karena adanya perubahan pola mobilitas pengendara. Mesin kendaraan bermotor jadi bekerja dalam keadaan ekstrem.


Tidak semua aktivitas dilakukan di luar rumah sehingga ada masanya kendaraan terparkir di garasi dalam waktu lama. Mesin pun menjadi dingin. Namun, sekalinya dibawa ke luar rumah, kendaraan langsung diajak bermacet-macetan.


Memelihara mesin kendaraan bermotor agar selalu siap menghadapi tantangan berkendara tersebut dapat dimulai dari mengoptimalkan pelumasan.


Pelumasan yang baik akan memastikan komponen-komponen mesin tetap terawat dan usia pakai kendaraan lebih panjang. Namun, memilih pelumas pun tidak bisa sembarangan.


Eneos Motor Oil dengan teknologi Molybdenum berikan perlindungan maksimal bagi mesin kendaraan. (DOK Eneos) Eneos Motor Oil dengan teknologi Molybdenum berikan perlindungan maksimal bagi mesin kendaraan.


Pelumas harus sesuai dengan kebutuhan mesin dan kebutuhan berkendara di Tanah Air. Misalnya saja, seperti produk-produk pelumas ENEOS yang sudah dicoba pemilik kendaraan bermotor di Indonesia dan diakui keunggulannya.


Untuk produk yang tersedia di Indonesia, produsen ENEOS di Jepang, yaitu ENEOS Corporation, menggandeng perusahaan-perusahaan otomotif asal Jepang dalam proses pengembangannya.


Produk- produk tersebut pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mesin kendaraan yang sering digunakan masyarakat Indonesia.


Seperti diketahui, hampir 98 persen pasar otomotif Indonesia dikuasai oleh kendaraan bermotor pabrikan Jepang, sehingga dapat dipastikan semua varian produk ENEOS sesuai dengan yang dibutuhkan.


Istimewanya lagi, pelumas ENEOS yang dipasarkan di Tanah Air diproduksi dengan menyesuaikan kondisi iklim dan jalanan di Indonesia. Formulanya dapat memastikan mesin terlumasi dengan baik dalam kondisi jalanan macet dan suhu ekstrem sekalipun.


Produk-produk pelumas ENEOS diproduksi menggunakan base oil pilihan yang membuat kekentalan pelumas ENEOS tetap stabil di suhu panas ataupun dingin.


Pada suhu dingin atau pada saat kendaraan dalam kondisi yang sudah lama tidak digunakan, pelumas ENEOS tetap mampu memberikan performa terbaiknya.


Sementara, pada saat diajak berkendara di tengah kemacetan dengan kondisi stop and go, pelumas ENEOS pun tidak mudah menguap dan tetap mampu memberikan perlindungan menyeluruh pada komponen mesin kendaraan.


Tak hanya itu, pelumas mesin full synthetic ini juga menggunakan zat aditif ZincP (ZP) yang rendah asam sulfat. Komponen mesin akan terhindar dari risiko kotor akibat penumpukan residu sulfur dan karbon yang dihasilkan dari proses kinerja mesin.


Kinerja mesin tidak akan terhambat residu sehingga proses pembakaran pun sempurna. Kendaraan lebih irit konsumsi bahan bakad dan emisi gas buangnya lebih ramah lingkungan.


Cocok untuk semua jenis kendaraan


ENEOS menawarkan rangkaian produk untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari low-cost green car (LCGC), mobil dengan teknologi mutakhir, mobil bertenaga diesel, hingga motor bertransmisi manual dan skuter matik.


Bagi pengguna LCGC, ENEOS memiliki varian pelumas ramah lingkungan ENEOS Motor Oil SAE 5W 30 SN yang dapat memastikan emisi gas buang lebih bersih. Pelumas yang cocok digunakan oleh mobil berkapasitas mesin kecil hingga sedang ini memiliki base oil dan zat aditif yang dapat digunakan hingga 10.000 kilometer.


Tak hanya sediakan oli mesin mobil, Eneos pun menyediakan rangkaian produk pelumas untuk segala jenis motor. Salah satunya Eneos City Automatic 4T. (Dok.ENEOS) Tak hanya sediakan oli mesin mobil, Eneos pun menyediakan rangkaian produk pelumas untuk segala jenis motor. Salah satunya Eneos City Automatic 4T.


ENEOS pada 2018 juga meluncurkan dua varian pelumas mesin yang disesuaikan dengan usia pakai mobil yaitu ENEOS Motor Oil SAE 0W-20 SN dan ENEOS Motor Oil Molybdenum SAE 10W-40 SN.


ENEOS Motor Oil SAE 0W-20 SN khusus diperuntukkan bagi mobil matic baru dengan kapasitas mesin 1.000-3.000 cc. Sementara itu, ENEOS Motor Oil Molybdenum SAE 10W-40 SN diformulasikan khusus untuk mobil matic dengan kapasitas mesin sama yang usia pakainya di atas tiga tahun.


Bagi pengguna mobil bermesin diesel, ENEOS menghadirkan ENEOS Diesel Oil SAE 15W-40 SN CI 4 dan ENEOS Motor Oil Diesel SAE 10W-30 CJ4 CRDI Pro. Keduanya dapat digunakan pada kendaraan berjenis sport utility vehicle (SUV) bermesin diesel modern hingga double cabin dan truk bermuatan ringan. 


Sementara bagi pengendara motor, ENEOS menghadirkan rangkaian pelumas untuk motor 4 tak, motor matik, dan 2 tak. Pelumas ini cocok digunakan pada motor-motor pabrikan Jepang, serta pabrikan lainnya.


Pengendara motor matik 4 tak dapat memilih ENEOS City 4 Cycle Oil atau City Automatic 4 Cycle Oil. Sementara untuk motor 2 tak tersedia oli samping ENEOS City 2 Cycle Oil.


Bagi pengendara motor yang gemar berkendara jarak jauh seperti touring, varian ENEOS Touring 4 Cycle Oil dapat jadi pilihan. Varian ini memiliki durabilitas tinggi di suhu ekstrem mesin.


Produk-produk tersebut sudah dapat diperoleh di bengkel-bengkel rekanan ENEOS yang tersebar dari Jawa hingga Papua.


Informasi lengkap mengenai rangkaian produk-produk pelumas ENEOS dapat Anda temukan di situs web resmi Eneos Indonesia.


Dapatkan juga tips merawat kendaraan dan informasi penggunaan pelumas ENEOS dengan mengikuti akun Facebook ENEOS Indonesia, Instagram @ENEOSIndonesia, dan Twitter @eneos_id.


[Source: Kompas]

Post a Comment

0 Comments