Russ The News is News Site for Information ,entertainmet,Politics,Economic all around the world

Penyebab Utama Tabrakan Dari Belakang

Mobil yang ditumpangi ajudan Kapolda Jatim terlibat kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono, Jumat (10/7/2020).


JAKARTAMengemudi di jalan tol memang bisa memotong waktu perjalanan. Jalannya yang lurus serta luas, kadang dimanfaatkan penggemar kecepatan menguji kemampuan dari kendaraannya.


Namun ada bahaya yang mengintai jika sudah bermain dengan kecepatan yang tinggi di jalan tol. Tidak sedikit terjadi kecelakaan mobil yang menabrak bagian belakang truk atau kehilangan kendali karena kaget ada mobil yang lebih lambat di depannya.


Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, selain kecepatan, ada empat faktor yang menyebabkan hilangnya persepsi jarak saat mengemudi di jalan tol.


Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Batang-Semarang, Minggu (3/3/2019) menewaskan satu orang dan dua lainnya luka-lukaDok. PT Jasamarga Semarang Batang (PT JSB) Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Batang-Semarang, Minggu (3/3/2019) menewaskan satu orang dan dua lainnya luka-luka


Hilangnya persepsi jarak pengemudi di jalan tol itu ketika sedang mengemudi dalam kecepatan tinggi, ada kendaraan lain di depannya yang terlihat masih jauh, namun ternyata sudah di depan mata. Sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.


“Faktor pertama mengantuk, bukaan mata pengemudi hanya sedikit sebagian hidupnya sudah di bawah alam sadar,” ucap Sony kepada Kompas.com, Kamis (24/12/2020).


Kemudian faktor yang kedua yaitu mengebut atau melakukan zig-zag di jalan tol. Sony mengatakan, gaya mengemudi yang reaktif sangat berpotensi kecelakaan karena kecepatannya yang tinggi.


“Ketika melakukan zig-zag atau berpindah lajur, selalu tipis jaraknya dengan kendaraan lain, enggak ada ruang aman saat mengemudi,” kata Sony.


Ketiga, pengemudi selalu berpikir bisa dan tidak berpikir aman, sehingga tindakannya mengarah berbahaya. Keempat karena masalah visibilitas yang terbatas, misalnya blind spot karena kontur jalan, sudut tikungan, kabut atau silau dari matahari.


“Terakhir yaitu pengemudi tidak fokus, ada hal lain yang dikerjakan sambil nyetir atau ada masalah yang dibawa saat mengemudi,” ucapnya.


[Source: Kompas]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar