russ the news

Russ The News is News Site for Information ,entertainmet,Politics,Economic all around the world

ads

Pemerintah Disarankan Tambah Rumah Sakit Khusus Covid-19

Petugas mempersiapkan kelengkapan fasilitas ruang operasi khusus pasien COVID-19 di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020). RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 dilengkapi dua unit ruang operasi khusus pasien COVID-19 bertekanan negatif sehingga aman dari risiko transmisi (penularan) virus maupun bakteri. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/rwa.

JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyarankan pemerintah untuk menambah junlah rumah sakit yang hanya menerima pasien Covid-19.


Menurut dia, penambahan rumah sakit bisa menjadi salah satu cara untuk menekan angka pasien meninggal dunia akibat Covid-19.


"Jadi beberapa rumah sakit itu ditunjuk aja misalnya rumah sakit umum daerah, semuanya covid-19 ditampung disitu semua, yang non covid dirawat di rumah sakit lain," kata Pandu kepada Kompas.com, Senin (21/2/2020).


Pandu mengskui, saat ini sudah ada beberapa rumah sakit yang khusus hanya menerima pasien Covid-19.


Namun, jumlah rumah sakit yang ada masih tetap harus ditambah agar jumlah ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 menjadi lebih banyak.


"Nah ini kalau dengan demikian semua lantai bisa dipakai. Tapi enggak boleh ada pasien yang non covid disitu hanya covid saja," ujarnya.


Selain menambah jumlah rumah sakit khusus Covid-19, pemerintah juga disarankan untuk terus memasifkan tracing, testing dan treatmen (3T).


Pandu menilai satu-satunya kunci untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 adalah dengan menekan julah kasus positif.


"Jadi penularan itu menyebabkan angka meningkatnya angka yang harus dirawat di rumah sakit," ucap dia.


Adapun penambahan kasus harian pasien meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 221 orang pada (20/12/2020).


Sementara pada (21/12/2020) kasus pasien meninggal akibat Covid-19 bertambah sebanyak 205 orang dalam kurun waktu 24 jam.


[Source: Kompas]

No comments:

Post a Comment