russ the news

Russ The News is News Site for Information ,entertainmet,Politics,Economic all around the world

ads

IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh Imbas Lonjakan Kasus

Seorang bocah melintas di depan mural tentang penggunaan masker di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/12/2020). Mural tersebut dibuat sebagai edukasi kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

JAKARTA - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta Slamet Budiarto mengeklaim bahwa saat ini seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota sudah penuh imbas kasus Covid-19 yang semakin meningkat.


Oleh karena itu, ia mewanti-wanti masyarakat agar terus disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan demi menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19.


"Karena ini rumah sakit sudah full. Walaupun dokternya cukup, kalau tempat tidak ada, kan repot juga," kata Slamet, Selasa (22/12/2020).


Slamet juga mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah kala periode libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.


Jakarta mencatatkan peningkatan kasus akhir-akhir ini. Bahkan, pada Sabtu (19/12/2020), DKI kembali menorehkan penambahan kasus harian terbanyak, yakni 1.899 kasus.


Adapun total kasus Covid-19 di Ibu Kota hingga Selasa (22/12/2020) mencapai angka 165.888.


Dari jumlah tersebut, terdapat 13.082 pasien yang masih dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat atau isolasi.


Sebanyak 149.691 orang dinyatakan sembuh dan 3.115 lainnya meninggal dunia.


Persentase kasus positif sepekan terakhir berada di kisaran 10,4 persen, atau jauh melebihi ambang batas aman 5 persen yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Slamet menilai terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kasus Covid-19 meningkat drastis. Di antaranya yaitu libur panjang pada Oktober lalu, dan adanya demo serta kerumunan.


"Dari situ membentuk klaster-klaster keluarga. Satu orang saja (yang terpapar virus corona), bisa menulari sepuluh orang," pungkasnya.


Data versi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 mencapai 85 persen. Sedangkan untuk ICU mencapai 80 persen.


Data terakhir per 20 Desember 2020 memperlihatkan, 5.691 tempat tidur isolasi terisi dari total 6.663 tempat tidur. Untuk ruang ICU terdata ada 907 tempat tidur, dan kini sudah terisi sebanyak 772 tempat tidur.


Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU untuk mengantisipasi lonjakan kasus jelang libur akhir tahun.


Widyastuti menargetkan penambahan 508 tempat tidur isolasi dan 113 tempat tidur ICU di RS rujukan Covid-19 Jakarta dalam waktu dekat.


[Source: Kompas]

No comments:

Post a Comment